Bukittinggi adalah kota favorit para wisatawan yang berwisata ke Sumatera Barat, dan kalau sedang musim liburan maka kawasan ini akan sangat ramai. Pemandangan yang indah, udara yang sejuk, tempat2 wisata serta aneka jajanan kuliner yang siap menggoyang lidah adalah alasannya.

Berikut JJH membagikan pengalaman tempat wisata dan juga kuliner selama di Bukittingi :

Air Terjun Lembah Anai
Lembah Anai (seringkali dijadikan nama restoran Padang) adalah deretan tebing yang membentang di tepi jalan antara Kota Padang menuju Bukittinggi. Terdapat air terjun di tengah Lembah Anai yang menjadi sebuah obyek wisata, walaupun air terjun ini tidak terlalu besar dan terdapat di pinggir jalan. Tapi pemandangan sepanjang lembah anai ini memang indah.

Air Terjun Lembah Anai



Sate Mak Syukur
Di Padang Panjang, terdapat rumah makan Sate Mak Syukur yang juga sudah buka cabang dimana-mana, tapi tidak ada salahnya mencoba di tempat asalnya. Sate daging sapi ditemani oleh katupek (ketupat) dan disiram oleh kuah menjadikan santapan ini berkesan di lidah.

Sate Mak Syukur (SMS)

Sate Mak Syukur (gambar diambil dari ceplaceplo.blogspot.com)


Bika Si Mariana
Masih di Padangpanjang, ada kuliner lainnya yang namanya Bika Si Mariana. Kue Bika adalah makanan yang terbuat dari tepung beras, tape singkong , kelapa parut, santan dan gula kemudian dibakar atau dipanggang dengan bara api di atas tungku khusus.

Kue Bika Si Mariana

Tungku pemanggang kue bika


Jam Gadang
Terletak di tengah kota Bukittinggi, jam gadang menjadi lambang dan landmark dari kota Bukittingi. Sayangnya waktu itu kami tidak boleh masuk dan naik ke dalam gedung jam gadang (tapi ada rombongan lain yg boleh masuk, mungkin sudah ijin/bayar ke pengelola).

Jam Gadang Bukittinggi


Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan
Berdasarkan informasi yg kami dapat, ini adalah kebun binatang tertua di Indonesia, satu-satunya di Sumatera Barat, dengan koleksi hewan terlengkap di pulau Sumatera. Dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda ditahun 1900-an, dengan nama Stormpark (Kebun Bunga). Untuk tiket masuknya Rp 5.000 di hari biasa dan Rp 8.000 di hari libur.

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan

Di dalam kebun binatang ini terdapat aneka hewan yang mungkin tidak pernah dilihat oleh anak-anak kita secara langsung

Unta, salah satu koleksi kebun binatang ini

Juga terdapat beberapa museum di dalamnya, diantaranya adalah Museum Zoologi, Aquarium (bangunannya berbentuk ikan), lalu juga rumah adat Baanjuang Puti Bunsu. Untuk masuk ke masing-masing museum kita perlu membeli tiket seharga Rp 1.000 / orang.

Museum Zoologi & Akuarium


Rumah adat Baanjuang Puti Bunsu
Rumah adat Baanjuang Puti Bunsu adalah museum etnografi yang berbentuk rumah gadang yang berada di dalam kawasan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, di museum ini kita bisa melihat benda-benda sejarah dan budaya Ranah Minang seperti koleksi tembikar, alat dapur, peralatan pertanian, pakaian adat, mata uang kuno, bahkan pelaminan adat Minangkabau. Kita juga dapat berfoto di pelaminan dengan menggunakan pakaian adat.

Rumah Adat Baanjuang

Koleksi di dalam museum rumah adat


Dari kebun binantang ini terdapat jembatan yang disebut “Jembatan Limpapeh” yang terhubung dengan Benteng Fort de Kock yang berada di seberang jalan.

Jembatan Limpapeh


Benteng Fort de Kock
Benteng Fort de Kock digunakan oleh Tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837. Saat ini, Benteng Fort de Kock masih ada sebagai bangunan yang tidak terlalu besar, bercat putih-hijau setinggi 20 m dan dilengkapi dengan meriam kecil di keempat sudutnya

Benteng Fort de Kock


Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan
Bukit Cubadak Bungkuak
Jalan Cindur Mato, Pasar Atas
Bukittinggi, Sumatera Barat

Pasar Bukittingi
Pasar Bukittingi yang terletak di belakang Jam Gadang ini terbagi menjadi: Pasar Atas, Lereng dan Pasar Bawah. Di Pasar Atas terdapat penjual kain dengan sulaman khas Padang, juga pakaian jadi. Di Pasar Lereng (karena lokasinya miring), terdapat aneka jajanan khas Sumatera Barat, seperti karakaliang, dadiah, dan karupauak (keripik) balado, juga souvenir / oleh-oleh dapat dicari disini. Sedangkan di Pasar Bawah, terdapat pedagang yang menjajakan aneka sayur dan buah serta bumbu jadi untuk aneka masakan padang. Seperti umumnya di pasar manapun, gunakan ILMU MENAWAR Anda, jangan ragu untuk menawar saat membeli barang di tempat ini.

Pasar Bukittinggi


Janjang Ampek Puluah
Merupakan jenjang alias tangga yang jumlahnya 40 yang menghubungkan antara pasar atas dan pasar bawah.

JanjangAmpekPuluah (gambar diambil dari www.bukittinggiwisata.com)


Nasi Kapau Uni Lis
Setelah berbelanja atau berwisata, saatnya untuk mengisi perut yang keroncongan :) Nasi Kapau Uni Lis yang terletak di Pasar Wisata Blok A/B lantai 1, nomor 29- 30 (Pasar Atas). Masakannya mirip dengan Padang, tapi ada perbedaannya, misalnya disini tidak ada rendang sapi, adanya rendang ayam. Harganya terasa agak mahal, mungkin karena sudah cukup terkenal ya.

Pilihan menu Uni Lis

Nasi Kapau – Rendang Ayam


Istana Bung Hatta
Istana Bung Hatta atau Gedung Negara Tri Arga ini terletak di depan taman Jam Gadang. Dulunya, tahun 1946 gedung ini di jadikan sebagai Istana Wakil Presiden Republik Indonesia pertama, Drs. Mohammad Hatta, dan Tahun 1947 gedung ini di jadikan sebagai Pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Sekarang, Nama gedung ini di ganti dengan Gedung Istana Bung Hatta untuk mengenang jasa Mohammad Hatta sebagai Proklamator Indonesia, namun sayangnya tempat ini tidak dapat dimasuki oleh pengunjung, digunakan sebagai tempat seminar, lokakarya dan pertemuan tingkat nasional dan regional.

Istana Bung Hatta


Museum Bung Hatta
Museum Bung Hatta terletak di Jl Jalan Soekarno-Hatta No 37. Dulunya museum ini adalah rumah tempat tinggal dari Bung Hatta. Di museum ini terdapat beberapa barang koleksi Bung Hatta, seperti lemari, kursi, meja, tempat tidur, jam antik, sepeda dan buku-buku. Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat dari pukul 08.00-16.00 WIB dan Sabtu-Minggu dari pukul 09.00-14.00 WIB. Selain itu, masuk museum ini tidak dikenakan biaya apapun, alias gratis.

Museum Bung Hatta (gambar dari travel.detik.com)


Ngarai Sianok
Merupakan lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang sangat indah. Ngarai Sianok yang dalam jurangnya sekitar 100 m ini, membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m, dan merupakan bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang. Untuk menikmati pemandangan ini, kita dapat masuk ke dalam Taman Panorama dengan harga tiket masuk Rp 4.000 / orang.

Ngarai Sianok


Lobang Jepang
Di dalam Taman Panorama ini, selain kita dapat menikmati pemandangan Ngarai Sianok yang terkenal, kita juga dapat mengunjungi Lobang Jepang (Gua Jepang). Untuk masuk ke dalam gua ini dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 6.000, dan jika ingin menggunakan pemandu perlu menambah biaya Rp 20.000.

Patung tentara Jepang


Lobang Jepang ini adalah sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun pada masa tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan, dan dibangun dengan cara romusha (kerja paksa) puluhan bahkan sampai ratusan ribu orang dari Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Mengingat jumlah anak tangga yang perlu dilewati, kami tidak menyarankan pengunjung lanjut usia untuk masuk kedalam.

Tangga untuk turun ke terowongan

Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata. Dan bahkan sempat disiapkan ada ruangan untuk mini theater, cafe namun sayangnya terlihat belum jadi dan sedikit terbengkalai. Terowongan ini bisa tembus ke beberapa lokasi, kami sarankan menggunakan pemandu agar dapat menjelaskan sejarah dan juga untuk menghindari tersesat di dalam terowongan ini. Diceritakan oleh pemandu bahwa gua ini sudah memiliki teknologi akustik yang baik, sehingga dapat meredam suara dengan baik, sehingga saat ada suara tembakan di dalam gua pun, suaranya tidak terdengar dari luar.

Suasana di dalam terowongan

Di dalam kawasan Taman Panorama ini terdapat kios2 penjual cindera mata, dan harganya cukup bersahabat, penjual pun tidak memaksa dan kios tertata dengan baik.

Kios cindera mata


Pemandangan Ngarai Sianok


Danau Maninjau
Danau ini merupakan danau yang cukup indah dan sering menjadi tempat liburan karena suasananya yang sejuk. Danau Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak, berjarak sekitar 36 km dari kota Bukittinggi, dan kita akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan sebutan kelok 44 (kelok ampek-ampek), cukup menantang dalam mengemudikan mobil, hati-hati bagi JJH-lovers yang mudah mabuk dalam perjalanan.

Danau Maninjau


Demikian informasi yang dapat kami berikan, silahkan diberi tambahan informasi untuk JJH-lovers yang lain.
Ditunggu informasi tempat wisata dan kuliner di kota Padang.

Salam JJH

About Jalan Jajan Hemat

Kami adalah keluarga yang gemar traveling dan kuliner tapi dengan harga hemat. Sehingga dapat berwisata tanpa bikin kantong bolong

5 Thoughts on “Tempat Wisata dan Kuliner di Bukittinggi

  1. bagus admin JJH,
    sekarang ada lagi nih yang lebih menarik di sumatera barat, bukan hanya makanannya, tapi kita berkesempatan untuk belajar membuat rendang,silahkan kunjungi balik di belajar dan mengenal filosofi randang

  2. @Haslizen Hoesin : terima kasih atas informasi yang diberikan.

  3. Haslizen Hoesin on November 8, 2013 at 8:48 am said:

    Halo sahadat Jalan Jajan Hemat, hurus diperhatikan nama makanan, jangan diambil sebutan lain seperti keripik seharusnya karupauak karena itu nama makanan khusus di Bukittinggi, bila ditinjau dari segi pariwisata itu adalah ikon, jangan pula misal dadih yang seharusnya dadiah. Sebutan itu adalah untuk menunjukkan makanan yang diproduksi di Ranah Minang,sebutan lain gulo-gulo tare jangan pula dirubah jadi permen telunjuk. Sakalawang jangan gula merah dari lawang.

  4. OK, terima kasih ya atas informasinya

  5. Anonymous on April 12, 2013 at 6:11 am said:

    skrg ada tmpt baru dkt ngarai sianok pak…janjang koto gadang..trs kuliner yg cukup terkenal ada pical sikai sm itik lado ijo

Leave a Reply

Your email address will not be published.


six × 6 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation