Berikut adalah catatan perjalanan dari salah satu kontributor JJH, yaitu Bapak HC. Terima kasih banyak Pak, saya yakin banyak pembaca JJH yang membutuhkan informasi ini.

Tertarik untuk mengunjungi provinsi-provinsi di China? Pada kesempatan ini, saya mencoba memberikan catatan kecil yang mungkin dapat berguna sebagai tambahan referensi bagi JJH-lovers dalam mencari informasi mengenai Guangzhou.


Visa 
Diperlukan Visa untuk mengunjungi daratan China. Dari hasil googling, ternyata pengurusan Visa China cukup mudah. Link-link berikut dapat dijadikan referensi untuk mengetahui prosedur pembuatan Visa.
a. http://totosp.wordpress.com/2011/11/02/urus-visa-china-sangat-mudah-lho/
b. http://totosp.wordpress.com/2012/01/16/persyaratan-tambahan-visal-china/
c. VisaForChina
 
Tapi jika tidak mau repot, silahkan menghubungi tour-travel. Hanya saja perlu diperhatikan, biaya yang dikeluarkan akan meningkat karena tour-travel akan mengenakan ongkos pengurusan visa. Rata-rata biaya pengurusan visa melalui tour-travel sekitar Rp. 575.000 untuk proses pembuatan normal. Cukup menyerahkan 1 pas foto ukuran 4×6 latar putih dan paspor asli.

Cuaca
“Engak mau salah kostum’kan?”, nah…engak salah deh untuk juga memperhatikan cuaca di tempat yang akan kita tuju. Banyak situs-situs yang menampilkan weather forecast secara lengkap, dan salah satu situs yang cukup informatif adalah Weathercity.

Untuk bulan July, cuaca di Guangzhou adalah “siap-siap dipanggang” plus diguyur hujan tiba-tiba!

Mata Uang dan Pembayaran
Di banyak tempat, transaksi-transaksi belanja dapat mengunakan kartu kredit dan tunai. Sebaiknya membawa YUAN atau kalo darurat silahkan gunakan USD (tapi kursnya ancur banget ya), dan jika terpaksa harus menukarkan uang maka harus sangat hati-hati. Lembaran uang 100 Yuan dan 50 Yuan paling banyak dipalsukan. Local guide hanya menyarankan untuk melakukan penukaran di Bank dan bukan di money changer. Jadi harap maklum, jika dalam melakukan pembayaran dengan pecahan 100 atau 50 Yuan, pihak penjual akan memeriksa dengan teliti.

Makanan

Pastinya bagi rekan-rekan kaum muslim, makanan “halal” merupakan perjuangan tersendiri. Tapi tidak perlu paranoid, fast food restaurant seperti McD, KFC and friends juga banyak koq. Makanan-makanan instant juga tersedia di supermarket. Local guide juga menjelaskan bahwa untuk grup-grup dari Indonesia, Malaysia, dan Timur Tengah biasanya akan dibawa ke rumah-rumah makan halal.

Untuk minum, disarankan untuk membeli air dalam kemasan dan tidak meminum atau mengambil air minum dari keran meskipun setelah dimasak terlebih dahulu. Ini bukan di Singapore bro!

Taxi

Sekali lagi ini bukan Singapore sis! Dan disini tidak ada armada B*** B*** atau Ex*****. Taxi scam disini kata Google mirip dengan Jakarta. Local guide tidak menyarankan untuk mengunakan taxi. Tapi jika kami ingin berpergian sendiri diluar jadwal tur, maka local guide dapat membantu. Caranya cukup unik, setelah kita menyetop taxi maka segera hubungi nomor handphone local guide dan biarkan local guide yang bertransaksi dengan supir taxi melalui handphone. Hemmhhh….pikir-pikir caranya ok juga dan patut angkat jempol untuk local guide yang bertanggung jawab atas keselamatan turis.

MRT/Metro
Belum sempat mengunakan MRT/Metro. Tetapi katanya, kondisinya gerbong cukup bersih. Tapi karena tidak ada persiapan peta metro dan peta-peta yang didapat mengunakan aksara China, dan daripada tersesat trus muter-muter engak karuan di stasiun metro, kami memutuskan untuk tidak mengunakannya. Nanti saja dengan MTR di Hong Kong yang lebih tourist friendly.


Keamanan

Pertama kali menginjakkan kaki di Baiyun International Airport, salah satu hal yang kami tanyakan adalah mengenai keamanan. Dan memang, dari hasil googling didapati bahwa keamanan di Guangzhou tidak terlalu aman. Local guide berkali-kali mengingatkan untuk berhati-hati terhadap copet. Paspor adalah salah satu barang berharga yang diincar, karena mereka akan menjualnya sebagai paspor palsu. Jadi, paspor harus sering dibawa!

Pemberian ke pengemis juga tidak disarankan oleh local guide. Karena jika satu orang diberi, maka pengemis-pengemis lain juga akan merubung untuk meminta dan biasanya pencopet juga beraksi.

Jika di Negara-negara lain, kami biasa meninggalkan anak-anak di hotel untuk berbelanja. Di sini hal ini tidak dapat dilakukan. Sewaktu ditanya mengenai tingkat keamanan di apartemen yang kami tempati, local guide hanya dapat memberikan jaminan 70%! Padahal service apartement yang kami tempati berbintang 4!

Link ini bagus untuk mendapatkan informasi lebih terinci mengenai kejahatan yang biasa dilakukan kepada turis.
(http://www.chinatravelsavvy.com/advice/scams/) atau cukup googling dengan “Guangzhou tourist scams”.

Toilet

Siapkan perlengkapan perang anda! Tissue kering, tissue basah, air di botol, hand sanitizer, dll. Public toilet disini mengerikan! Gunakan toilet di hotel atau restaurant. Tapi tenang saja, diluar dari area ini, dari hasil pantauan selama 5 hari, Guangzhou adalah kota yang bersih! Sampai-sampai gang-gang kecil di pasar pemukiman penduduk di belakang hotel juga bersih.

Ok, dari semua keterangan diatas, apakah telah memupuskan niat dari JJHers untuk mengunjungi daratan China? Jawabannya seharusnya TIDAK, tidak ada alasan untuk takut! Why…lah, emang tempat tinggal kita sekarang ini aman n nyaman? Kita’kan udah terbiasa dengan kondisi yang seperti itu. Kondisinya’kan sepuluh-sebelas dengan Guangzhou! Kalo engak percaya silahkan nonton Indonesia Lawyers Club dan baca Poskota! Buktinya beberapa armada penerbangan nasional telah membuka direct flight kesana, ini artinya minat orang Indonesia untuk berbelanja, berobat dan bisnis tetap tidak berpengaruh dengan kondisi di Guangzhou.

Local Tour
Kami terpaksa mengunakan tour guide/local tour, karena belum menguasai medan. Jika JJH-lovers juga ingin mengunakan jasa local tour, dari awal agar dipastikan local tour mengikuti program dari kita dan bukan program mereka. Tegaskan untuk menolak “program pemaksaan” berbelanja di toko-toko seperti toko permata, toko obat, toko kain, dll, seperti yang biasa dilakukan oleh travel-travel agent. Yup…sangat menyebalkan sekali, harga-harga yang ditawarkan di toko-toko tersebut sudah pasti mahal-mahal, kita dirayu-rayu dengan setengah memaksa untuk membeli, dan yang pasti…menghabiskan waktu! Dan juga pastikan dari awal jika kita telah memilih private tour, agar pada saat pelaksanaan tour tidak dipaksa bergabung dengan wisatawan lain (bukan Seat in Coach/S.I.T).

Sempat mendapatkan sedikit informasi (engak tau, bisa dipercaya atau tidak), bahwa “program pemaksaan” tersebut terjadi karena para toko-toko tersebut menjadi sponsor untuk menanggung biaya transportasi dari local tour. Jadi wajar, jika “program pemaksaan” tersebut dimanapun pasti terjadi.

Tips Belanja: Fasilitas-fasilitas umum di Guangzhou adalah mengunakan bahasa Mandarin, bahasa Inggris bukan bahasa yang umum digunakan. Tetapi di pusat-pusat perbelanjaan, wisata, fasilitas-fasilitas umum mengunakan bahasa Inggris. Keamanan di Guangzhou juga tidak terlalu bagus. RMB/Yuan pada saat ini lebih tinggi dari HKD sehingga barang-barang di Guangzhou lebih mahal dari di Hong Kong. Pada kondisi ini, masyarakat yang tinggal di dekat Hong Kong (termasuk masyarakat Guangzhou) lebih suka berbelanja di Hong Kong. Kualitas barang di Hong Kong juga lebih baik dari Guangzhou (saran dari tour guide)

Asian Games XVI 2010
Salah satu tempat wisata yang biasa dijual oleh tour operator adalah mengunjungi tempat upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2010 yang berada di Pulau Haixinsha di pinggir sungai Mutiara (Pearl River).

Podium Pembukaan Asian Games

Sepertinya wisatawan tidak dapat masuk ke dalam stadion tapi hanya dapat melihat dari taman samping stadion yaitu Flower City Square. Grup-grup yang datang pada hari itu hanya menikmati pemandangan disekitar taman.

Taman ini adalah free public space, siapapun dapat mengunjungi taman bunga yang cantik ini secara gratis. Kegiatan yang dapat dilakukan disini adalah photo stop. Bagi JJh-lovers yang “narsis” dan penasaran dengan keindahan taman ini, silahkan ikuti link ini

Taman Kota


Taman Kota dari dalam museum

Guangdong Provincial Museum

http://www.gdmuseum.com

Saya merekomendasikan tempat ini untuk layak dikunjungi. Dengan luas lantai sekitar 67.000 meter persegi, lima lantai, dan bangunan berbentuk kubus yang unik. Tempat ini pantas untuk menjadi ikon wisata budaya, seni dan tentu saja objek foto gratis tanpa perlu was-was dipalak sama sekuriti.

Masih dalam satu area dengan Flower City Square adalah museum propinsi. Tiket masuk adalah gratis, pengunjung cukup mengambil tiket dengan menunjukkan kartu identitas asli di counter ticket yang berada diluar gedung museum.

Sempat curiga, pada waktu guide meminta ijin untuk pergi mengambil tiket dan meninggalkan kami sekitar hampir satu jam. Dan ternyata, guide tersebut harus mengantri untuk mendapatkan tiket gratis. Fasilitas gratis ini juga banyak dimanfaatkan oleh local tour operator, nyatanya hampir semua local tour operator memasukkan tempat ini dalam programnya (mumpung gratisan kali ye….). Tetapi meskipun free admission, museum propinsi ini merupakan tempat yang OK PUNYA!

Gedung yang modern, bersih, berpendingan udara, toilet yang bersih, lift, eskalator, cafe, toko-toko souvenir, semuanya tertata baik. Selain untuk belajar mengenai sejarah China, sepertinya museum ini diarahkan sebagai salah satu objek wisata. Museum terbagi dari beberapa bagian dan lantai. Museum ini cukup luas, saya memerlukan waktu hampir setengah hari untuk hunting foto ditempat ini. Apa yang dapat dilihat dalam museum ini? Berikut sebagian kecil dari hasil hunting foto di dalam museum.

Museum tampak depan


Lobi


Salah satu kerajinan keramik


Lukisan


Maket Samian Island


Lukisan di dinding

Ancestral Temple of the Chen Family (Chen Clan Academy)

Objek wisata lain yang masih berhubungan dengan sejarah, benda-benda antik dan museum adalah Chen Clan Academy. Bagi JJH-lovers yang menyukai seni termasuk fotografi, tempat ini sangat cocok. Cukup dengan membayar RMB10 (dewasa; anak-anak gratis), bisa menikmati seni ukir kayu, ukiran dinding, foto-foto kuno, tembikar, dan benda-benda antik lainnya.

Berfoto-ria? Jangan kuatir, sangat bisa! Mulai dari halaman depan yang luas, ruangan-ruangan, sampai halaman belakang, banyak spot-spot bagus untuk berfoto. Waktu selama setengah hari sepertinya pas untuk menjelajah tempat ini.

Ornament di atap


Halaman belakang


Kayu ukir


Bola dari gading


Kain rajut sutera

Informasi-informasi yang lebih lengkap dapat dilihat dilink berikut:
TravelChinaGuide
Wikipedia
Arounder

Masih bersambung ya ceritanya…

Salam JJH







About Jalan Jajan Hemat

Kami adalah keluarga yang gemar traveling dan kuliner tapi dengan harga hemat. Sehingga dapat berwisata tanpa bikin kantong bolong

3 Thoughts on “Wisata ke Guangzhou

  1. nuzuan22 on November 10, 2012 at 1:42 pm said:

    baru pergi kemarin nopember 2012 tidak seperti yang dibayangkan keseramannya…guangzhou kota tanpa…motor,tukang parkir dan polisi…pengemis..tempat belanja nya sudah ditata sangat bagus..kalau mau beli tas baju barang2 aneh sudah ada tempatnya memang harus pandai menawar….

  2. Wow.. Keren.. kapan ya aku bisa kesana….

  3. salam… bagus banget artikelnya mengenai guangzhou.. mau tanya, kan sebelumnya ada artikel mngenai surga belanja di guangzhou.. jdi kesimpulannya, kalo u/ penjual, bagusan mana ya? guangzhou atau hongkong? trims ya atas jwbnnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


seven × 5 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation