Jalan Jajan Hemat

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum KA Ambarawa

Museum KA Ambarawa

Masih dalam rangkaian jalur wisata Semarang – Jogjakarta, ada sebuah museum yang dapat menjadi salah satu tujuan wisata Anda. Museum tersebut adalah Museum Kereta Api yang terletak di kota Ambarawa, Jawa Tengah. Museum ini dahulu adalah sebuah stasiun kereta api yang diresmikan pada 21 Mei 1873 yaitu pada jaman pemerintahan kolonial Koningen Willem I sehingga dahulu disebut juga  stasiun Willem I.

Penanda KA

Penanda KA


Begitu memasuki bangunan bekas Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij atau Perusahaan Kereta Api Hindia-Belanda ini, kita dapat melihat suasana stasiun seperti tempo doeloe. Disana terdapat loket peron, kantor kepala stasiun, ruang tunggu, dan juga segala peralatan yang digunakan saat itu seperti alat komunikasi, alat pembolong tiket, topi masinis, stempel, mesin tik, jam kuno dan barang-barang lainnya dapat kita temui disana.

Loket Peron

Loket Peron

Suasana stasiun

Suasana stasiun

Alat pembolong

Alat pembolong

Koleksi

Koleksi

Di halaman luar berjajar dengan gagah beberapa lokomotif yang pernah bertugas menjadi alat transportasi yang sangat diandalkan untuk melintasi rel-rel di pulau Jawa ini. Data teknis terpampang di setiap lokomotif yang dipajang. Museum itu memiliki koleksi sekitar 24 lokomotif kereta api yang mulai beroperasi pada 1891-1928. Kebanyakan adalah buatan Jerman dan ada juga buatan Belanda. Lokomotif paling tua buatan tahun 1891 bernomor SS 300 (C 1140). Lokomotif buatan Jerman itu memiliki panjang 8,575 meter dan lebar 2,45 meter. Sementara yang paling terbaru buatan tahun 1928 bernomor SS 1600 (CC 5029). Lokomotif buatan  Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik Winterthur, Swiss dan Werkspoor, Belanda itu  dijuluki Bergkoningin alias Ratu Pegunungan, lantaran  mampu melewati jalur pegunungan dengan tikungan-tikungan tajam. Ada juga lokomotif kebanggaan perusahaan kereta api milik pemerintah Kolonial Belanda, Staatsspoorwegen (SS), C28. Loko buatan Henschel, Jerman, ini tercatat sebagai loko tercepat di seluruh dunia untuk ukuran rel sempit (1.067 mm) pada era 1920-an. Kecepatannya pada masa itu bisa mencapai 120 kilometer per jam.

Koleksi

Koleksi stempel

Mesin tik kuno

Mesin tik kuno

Ruang kepala stasiun

Ruang kepala stasiun

Pengatur KA

Pengatur KA

Sayang sekali kondisi kebanyakan lokomotif dapat dikatakan menyedihkan, banyak yang sudah rusak mungkin disebabkan oleh cuaca. Karena semua lokomotif itu ditempatkan di ruang terbuka yang terkena panas dan hujan. Padahal lokomotif -lokomotif tersebut merupakan saksi sejarah perkembangan Kereta Api di Indonesia.

Teknologi roda gerigi

Namun bintang utama dari museum ini adalah kereta uap dengan nomor B2502, B2503 dan C1218 yang legendaris. Kereta uap ini masih aktif hingga saat ini, dan keistimewaannya adalah lokomotif ini memiliki roda bergerigi sehingga dapat mendaki pegunungan yang curam dan berliku-liku. Disediakan paket wisata yang bernama “Railway Mountain Tour” yang membawa wisatawan dari stasiun Ambarawa ini menuju stasiun Bedono. Dari Ambarawa sampai stasiun Jambu, kereta akan beroperasi seperti kereta pada umumya, namun saat rute stasiun Jambu menuju stasiun Bedono, lokomotif akan dipindahkan ke belakang gerbong dan ‘mendorong’ gerbong hingga ke atas. Jalur ini berada 693 meter di atas permukaan laut dengan pemandangan yang mempesona. Sayangnya untuk dapat menikmati wisata kereta api uap ini harus melakukan pemesanan terlebih dahulu dan biayanya 3,5 juta untuk membiayai operasional yang memang tinggi. Untuk bahan bakarnya dibutuhkan kayu jati, dan sebelum dapat digunakan perlu dipanaskan berjam-jam sebelumnya, dapat dibayangkan biaya yang perlu dikeluarkan kan ?

Kios Penjual

Cukup mudah mencapai museum ini, karena banyaknya petunjuk di sepanjang jalan. Tiket masuk ke museum kereta api Ambarawa sangat terjangkau Rp 3.000 untuk orang dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Tempat parkir cukup luas, tapi saat musim liburan kemungkinan tidak cukup menampung kendaraan yang datang. Toilet dikenakan biaya Rp 1.000 dan saat itu kondisinya kurang bersih. Di museum ini juga terdapat deretan kios para penjual cindera mata seperti kaos-kaos bergambar KA, pernak-pernik juga aneka jajanan. Para pengunjung juga dapat melakukan wisata kereta kelinci yang melintasi Rawa Pening hingga ke stasiun Tuntang. Biayanya dikenakan Rp 10.000 / orang (dewasa maupun anak2).

Kami melihat ide diadakan nya wisata Railway Mountain Tour ini sangat bagus & menarik sekali, dan alangkah baiknya dapat dicarikan jalan untuk menurunkan biaya operasionalnya sehingga dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung. Namun silahkan dipersiapkan versi premiumnya dengan target wisatawan mancanegara, kami membayangkan : Wisata kereta api dengan setting stasiun tempo doeloe, dilayani oleh para pegawai kereta api dengan berbusana tempo doeloe, dilengkapi dengan fine dining a’la meneer. Dibuat full skenario jaman Belanda dulu begitu… pasti banyak wisatawan mancanegara yang tertarik untuk berkunjung.

Ayo maju terus Museum Kereta Api Ambarawa, jaga terus peninggalan bersejarah kita, majukan pariwisata Indonesia…

Salam Jalan Jajan Hemat..

Museum Kereta Api Ambarawa
(0298) 91035

Leave a Reply

Your email address will not be published.