Jalan Jajan Hemat

Berlibur ke Korea Selatan

Annyeonghaseyo…

Setelah beberapa lama mengidamkan liburan ke Korea Selatan (selanjutnya akan ditulis Korea saja ya), akhirnya kesempatan itu dapat terlaksana. Korea yang dikenal dengan drama Koreanya dan juga K-popnya ini menjadi incaran turis dari Indonesia, terutama kaum wanita. Kami memilih waktu di awal November karena saat itu adalah musim gugur (autumn), sehingga cuaca tidak panas, mulai dingin tapi belum sampai turun salju, dan kita dapat menikmati keindahan pohon yang akan berwarna-warni.

Keindahan musim gugur di Korea

Kami tidak membahas cara membuat visa Korea ya, dapat dicari informasinya di mbah google. Pengalaman kami prosedurnya cukup mudah dan tidak terlalu merepotkan, bahkan bisa diwakilkan, keamanan tidak sampai ketat luar biasa dan masih boleh membawa handphone ke dalam kedutaan. Petugasnya pun ramah, orang Indonesia sehingga mudah komunikasinya (dibanding saat apply visa Amerika Serikat), bahkan saat kami terlambat karena kena macet berjam-jam di perempatan Kuningan, hingga jadwal pengambilan visa sudah lewat, kami masih diberikan kesempatan untuk mengambil.

Kami menggunakan maskapai Cathay dan transit dulu di Hongkong. Rute perjalanan yang kami pilih adalah Jakarta-Seoul, lalu Seoul-Jeju, dan Jeju-Jakarta. Seperti biasa pastikan untuk mengisi form imigrasi yang dibagikan di pesawat, sehingga bisa langsung ke imigrasi. Bandara internasional Incheon di Seoul ukurannya luas, dan saat masuk ke imigrasi antriannya panjaaaaannnnggg sekali. Kalau sekilas pengamatan kebanyakan turis dari China.

Form Imigrasi Korea

Antrian panjang di imigrasi Korea

Perlu diketahui kalau SIM Internasional kita tidak berlaku di Korea, jadi tidak bisa menyewa kendaraan di sana. Untuk di Seoul tidak masalah karena subway (kereta bawah tanah) dan bus menjangkau hampir semua area di Seoul, namun untuk di Jeju cukup menantang, karena kendaraan umum belum terlalu banyak. Tapi yang harus dipastikan adalah pemahaman rute kendaraan umum di Korea. Karena ini adalah perjalanan pertama kami dan kami belum menguasai rute & mode transportasi di sana, jadi kami pastikan harus selalu terhubung dengan internet agar setidaknya bisa mengecek ke google maps.

Koneksi internet sepanjang perjalanan liburan di Korea menurut saya adalah sebuah kewajiban, karena orang Korea pada umumnya tidak bisa berbahasa Inggris dan bahkan tidak bisa membaca huruf alfabet, hanya anak muda saja yang bisa berbahasa Inggris. Google translate beberapa kali saya gunakan untuk berkomunikasi dengan penjaga toko. Untuk internet, saya menyewa modem wifi portable agar dapat digunakan oleh beberapa device sekaligus. Pemesananan saya lakukan lewat online di websitenya, bisa cek dan bandingkan paket2 yang ditawarkan oleh beberapa operator. Waktu itu kami memesan online di kkday.com dengan harga sewa sekitar Rp 30.000 / hari. Harganya jauh lebih mahal kalau menyewa langsung di tempat, bukan melalui online. Pengambilan dan pengembalian dapat dilakukan di bandara manapun, saat itu kami mengambil di bandara Incheon, dan pengembalian di bandara Jeju. Selama pemakaian di Seoul maupun di Jeju berjalan lancar, bahkan di dalam subway, di bus, koneksi internet lancar jaya. Hanya yang perlu diperhatikan adalah kapasitas baterainya yang hanya 8 jam, jadi harus diatur pemakaian maupun chargingnya. Kami tidak membawa power bank karena ada kebijakan maksimum mAH yang bisa dibawa ke kabin pesawat, jadi daripada repot mending kami tidak bawa, jadi selalu bawa charger saja dan waspada kalau ada stop kontak nganggur 🙂

Sewa portable wifi

Untuk makan memang terasa agak mahal ya di Korea ini, kalau makan 1 porsi rata-rata sekitar Rp 70.000 – Rp 100.000 untuk set per orang, porsinya banyak dan sudah termasuk teh dingin/panas sepuasnya.

Makanan standar Korea

Kalau mau cara hemat makannya bisa pilih makan di McD, KFC atau Lotteria kurang lebih sekitar Rp 50.000 untuk set burger, kentang, minum. Saat makan di restoran cepat saji, setelah membayar kita akan diberikan nomor tunggu yang akan menyala saat pesanan kita sudah siap, menarik. Lalu jangan lupa setelah selesai makan, kita wajib membereskan tray dan membuang sampah sisa makanan kita ke tempatnya.

Nomor antrian yang menyaka saat pesanan sudah siap

Masih mau hemat lagi, ya beli mie instant atau frozen food seperti gimbap (semacam sushi) atau Samgak (Gimbap berbentuk segitiga) dengan harga sekitar Rp 10.000 atau Dosirak (lunch box) sekitar Rp 35.000 tapi isinya banyak & komplit atau sandwich sekitar Rp 25.000 di SevenEleven atau minimart. Mereka menyediakan air panas untuk menyeduh dan microwave untuk menghangatkan makanannya.

Samgak


Dosirak (isinya lumayan komplit)

Untuk transportasi, sangat disarankan membeli T-money dan menggunakan sekitar KRW 5,000 per hari. T-money ini bisa diisi di mini market, atau di mesinnya di stasiun subway. Di bandara kita bisa membelinya di mini market lalu langsung di top-up, agar bisa langsung digunakan. T-money dapat digunakan untuk subway (kereta), bus, bahkan berbelanja di mini market. Dari bandara kita bisa menggunakan subway untuk menuju ke tengah kota / hotel.

Suasana di kereta (subway) bandara

Sebaiknya pilih hotel yang dekat dengan stasiun subway atau halte bus. Lebih baik lagi kalau dekat dengan tempat belanja, karena kaum wanita biasanya senang shopping sampai larut malam. Kami memilih Ibis hotel Ambassador Seoul Dongdaemun, dekat dari stasiun subway, ada halte bus di depan hotel, dan lokasinya tidak jauh dari komplek belanja Dongdaemun, cukup strategis.

Hotel Ibis Ambassador Seoul Dongdaemun

Di Korea, toko perawatan tubuh dan make up seperti Face Shop, Tony Molly, Etude House, Innisfree menawarkan barang dengan harga yang lebih murah dari di Indonesia, plus bonus tambahan yang biasanya diberikan, dan dapat tax refund pula. Itu yang sering membuat kalap para wanita yang berlibur ke Korea.

Demikian sekilas tentang perjalanan ke Korea, ditunggu penjelasan tempat wisatanya ya.

Salam JJH

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.