Jalan Jajan Hemat

Perjalanan Wisata ke Singapore – Macau – Hongkong – Shenzhen Part 2

Sambungan dari part 1

Hari Keempat
Mohon maklum, karena kami membeli tiket hemat, maka jadwal penerbangannya pun hemat pula!, artinya jam 3 pagi udah serah terima kunci ama kuncen Hotel 81 Chinatown!

Malam sebelumnya saya sempat khawatir mengenai ketersediaan taxi. Sempat dua kali menanyakan hal ini kepada receptionist hotel. Informasi yang didapat adalah memang taxi yang beroperasi di Singapore adalah 24 jam, tetapi tarif taxi untuk perjalanan jam 3 pagi akan dikenakan surcharge.

Sebelumnya, kami akan mengunakan taxi biasa untuk ke Changi, tetapi pihak hotel menyarankan agar mengunakan taxi besar karena menurut mereka akan lebih murah dibandingkan dengan taxi biasa. Masuk akal juga sih, mengingat kami berangkat se-RT dan dengan barang buntelan yang seabrek2, lebih baik pakai taxi besar. Harganya Cuma S$45 pas kaga perlu pake tip!

naek taxi nyang kayak gini nih..



Cukup nunggu sekitar 15 menit sejak telepon ditutup oleh pihak hotel, sampailah taxi tersebut di depan hotel. Sampai di Changi, tidak lupa untuk menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan perut. Didalam Budget Terminal ada beberapa tempat makanan, jadi isilah perut anda disana, karena kalo isinya dipesawat ditanggung mahal!

Karena kami telah membawa bekal makanan yang cukup untuk makan di pesawat maka di pesawat, kami cukup beli minuman aja, lumayanlah bisa ngirit lagi. Mungkin karena kami mengunakan pesawat yang paling pagi, jadinya banyak kursi yang kosong. Lumayan, anak-anak tidurnya lega!

Macau
Tiba di bandara internasional Macao sekitar siang hari. Proses imigrasi trus bagasi , semua lancar. Keluar dari departure hall langsung cari petugas yang pegang papan nama dari City of Dreams (COD). Musti tunggu sekitar setengah jam karena free shuttle bus baru aja berangkat. Petugas dari COD menyarankan untuk tidak mengunakan taxi, karena kami akan dikenakan harga yang mahal padahal jarak dari Bandara ke COD dekat dan tetap disarankan untuk menunggu. Bener juga sih..itung2 daripada bayar sekian taxi lebih baek gunakan uangnya buat makan! Ingat spirit JJH!

Airport Macao


Airport Macao

Sampai di COD langsung cek in di HardRock Macao. Karena kami berangkat se-RT sedangkan kamar yang mampu disewa sangat terbatas dan supaya kaga kena extra person charges, maka pas cek in musti diakalin. Setelah berguru dari beberapa teman yang telah lama malang melintang di dunia Kangouw, maka didapatlah triks seperti berikut: (sekali lagi mudah2an cara ini tidak diketahui oleh COD).

Cukup sebagian aja yang kumpul di lobby HardRock hotel, selebihnya terutama anak-anak diungsiin dulu. Rencana semula, sebagian peserta mau diungsiin ke Venetian Mall dulu, tapi karena hujan gede, jadinya mereka keliling di COD. Lumayan juga, disana banyak yang bisa di explore dan bisa nonton pertunjukan putri duyung gratis.


Karena kami masuk dari Lobby COD (bukan dari Lobby Hard Rock Hotel) maka sebagian peserta bisa langsung pisah. Sebagian lagi urus kamar. Saat petugas concierge HardRock melihat kami membawa koper-koper yang oversize mereka langsung membantu dan memberikan kartu penitipan koper. Semua koper-koper kami langsung diamankan. Kartu penitipan koper jangan sampai hilang, karena untuk ditunjukkan kepada petugas concierge setelah kita mendapatkan kunci kamar! Proses cek in juga gampang, tinggal tunjukkan aja print out konfirmasi dari HardRock dan mereka minta kartu kredit untuk jaminan. Kita diminta kembali ke HardRock jam 3 untuk mendapatkan kunci, karena sekarang semua kamar sedang dibersihkan!

Terserah deh….yang penting koper2 udah aman dan sekarang waktunya untuk cari makan lagi. Mustinya cukup lompat dari COD ke Venetian Mall, tapi karena sedang hujan deras, maka musti ke basement untuk naik free shuttle bus ke Venetian Macao. Di COD sendiri banyak tempat makan, tapi karena kami berangkat dengan dana yang menyedihkan, maka harus mendapatkan makanan dengan harga yang wajar menurut kantong kami! Dan meskipun harga makanan di Venetian tergolong untuk kaum borjuis, tetap aja masih bisa tertolong dengan tersedianya food court.

Venetian tampak luar


Venetian dari luar


Venetian tampak dalam


Venetian tampak dalam


Venetian Macau

Setelah makan dan puter2 karena kesasar didalam Venetian, balik lagi ke COD HardRock sekitar jam 5an. Sebagian peserta dengan setia menunggu agak jauh dari lobby HardRock Hotel, dan sebagian peserta langsung ke receptionist untuk mendapatkan kunci. Setelah mendapatkan kunci, kami didatangi oleh petugas HardRock hotel yang ramah banget dan baru tahu ternyata setiap tamu yang menginap di COD mendapatkan free voucher untuk menonton The Bubble. Petugas tidak menanyakan berapa jumlah kamar yang kami sewa, hanya menanyakan berapa jumlah orang yang ingin menonton The Buble, dan dengan spontan kami jawab..”xxx adults and xxx kids, please!”, dan tanpa bertanya pula mereka langsung mengeluarkan sejumlah priority card untuk pertunjukan jam 8 malam!.

Inilah beberapa hasil foto yang bisa di share. Maaf gambarnya jelek, maklumlah cuma pake Sony DSC-W380 (mustinya pake Nikon D nih!)


Hari ini diselesaikan dengan acara putar-putar dan foto-foto di COD dan Venetian Macao. Acara makan juga diselesaikan di foodcourt Venetian. Tidak seperti pengalaman kami di Genting Highlands yang bisa menemukan kantin tempat makan dan tempat belanja para karyawan-karyawan Genting Highlands. Disini, walaupun sudah cape berkeliling ditambah acara kesasar tetap saja kami tidak bisa memberikan referensi tempat makanan yang murah. (Salah pilih tempat nginep neih!!!)

City of Dream

Tips:
Disekeliling COD/Venetian banyak terdapat spot-spot yang bagus, hanya saja pencahayaan di area tersebut yang kurang. Jadi jangan lupa bawa tripod.

Hari Kelima

Waktunya untuk explore Macao downtown. Cukup gunakan free shuttle bus dari lantai basement COD, jangan ragu untuk bertanya kepada petugas pengatur shuttle bus. Mereka akan menunjukkan tempat dimana anda harus antri. Di lantai basement COD, terdapat beberapa jalur antrian shuttle bus seperti ke arah bandara, pelabuhan, kota, dan beberapa tempat lain.

Shuttle bus dari hotel

Karena kami akan ke tengah kota, maka kami harus naik free shuttle bus yang ke arah Hotel Sintra (http://www.hotelsintra.com/home). Hotel ini terletak di tengah-tengah kota dan dekat dengan Senado Square. Jika nanti akan berkunjung ke Macao, saya akan mencoba menginap di hotel ini. Dengan tarif kamar yang jauh lebih hemat, dekat dengan pertokoan, dekat dengan pusat jajanan, banyak spot-spot bagus untuk foto dan jika ingin ke COD/Venetian cukup naik Free shuttle bus dari COD/Venetian yang parkir disamping hotel, dan siap membawa anda ke COD/Venetian dengan gratis tanpa perlu menginap disana.

Hotel Sintra

Tips:
Jangan lupa untuk membawa peta wisata, terdapat sedikit kendala bahasa disana. Jika perlu carilah peta wisata yang berbahasa setempat, anda tinggal menunjuk saja tempat-tempat yang ingin dikunjungi dan pastinya warga setempat akan senang membantu. Kami mengandalkan peta perjalanan dan petunjuk dari beberapa warga untuk sampai ke Senado Square.

Salah satu sudut Senado Square

Ulasan mengenai Senado Square dapat anda lihat disini

Masih dalam satu komplek dengan Senado Square, adalah reruntuhan Gereja St. Paul

Reruntuhan gereja St. Paul


Konon katanya, anda belum sampai ke Macao, jika belum berfoto di tempat ini!

Puas foto-foto di St. Paul, kami melanjutkan ke Museu de Macau. Tempat ini tepat bersebelahan dengan Gereja St. Paul.

Harga tiket: Dewasa MOP15; Anak-anak MOP8

Foto-foto di dalam Museu de Macao



Selesai acara foto-foto di Museu de Macao, sekarang acaranya cari makanan. Jangan takut, disini gudangnya makanan. Bagi anda yang non-muslim, sepanjang jalanan ini adalah kesempatan untuk mencicipi potongan-potongan kecil daging babi panggang yang dibagikan gratis oleh para karyawan toko yang tersebar di sekitar Senado Square. Tidak usah malu, ambil saja.

Untuk urusan jajan hemat, silahkan cicipi gorengan-gorengan tersebut. Harga dijamin murah. Mohon maaf, kami juga tidak dapat memberikan referensi tempat-tempat makan yang halal, karena tidak terpikir sebelumnya untuk mempersembahkan field report kepada JJH.

Untuk menyiasati keuangan yang mulai memasuki tahap reserve, maka kami membeli berbagai makanan dan minuman disekitar Hotel Sintra. Berbeda dengan kawasan di COD/Venetian yang gersang, disini Circle K, 7-11, Minimart, toko-toko kelontong mudah ditemui. Kami membeli makanan-minuman untuk persediaan sampai dengan besok siang berangkat ke pelabuhan.

Jangan lupa untuk membeli Portuguese Egg Tarts dan Burger babi. Sepertinya disana setiap toko mempunyai merk sendiri-sendiri, dan dengan rasa yang berbeda-beda. Tetapi bagi kami Egg Tarts dari toko Koi Kei yang paling enak, meskipun mahal. (duit tidak bisa bohong)

Selama perjalanan kembali dari Senado Square ke Hotel Sintra, banyak sekali ditemui spot gedung-gedung tua yang bagus untuk diabadikan. Sayang hari sedikit mendung dan anak-anak mulai rewel. But.. ok!….artinya di hidup ini masih ada urusan yang masih belom diselesaikan. Macao..I ll be back!

Di samping Hotel Sintra sudah berjejer orang untuk antri naik free shuttle bus ke COD. Sore dan malam hari di habiskan untuk berjalan-jalan berkeliling hotel .

Hari Keenam

Waktunya buat berkemas-kemas dan bersiap meninggalkan Macao! Setelah proses cek out selesai. Segera minta bantuan concierge untuk membawa barang-barang kami menuju terminal bus yang berada di basement COD. Masih mengunakan bus yang sama, hanya saja dengan rute menuju Macau Ferry Terminal. Free shuttle bus ini beroperasi secara reguler, jadi anda tidak perlu khawatir ketinggalan bus.

Setelah sampai di Macau Ferry Terminal, langsung ke pembelian tiket Ferry yang terletak didalam Terminal. Kami mengunakan Cotaistrip Ferry dengan tujuan Shun Tak Center di pulau Hongkong. Harga tiket untuk dewasa HKD 142 dan untuk anak-anak HKD 127. Mengenai jadwal keberangkatan dan informasi lebih rinci dapat mengikuti link berikut

Cotaistrip Ferry

Tiba di Shun Tak Centre di pulau Hongkong pada siang hari. Informasi mengenai Shun Tak Centre dapat diakses disini. Tempat ini adalah pusat perbelanjaan yang sekaligus sebagai pelabuhan ferry. Jadi disini banyak sekali pedagang makanan.

Karena barang-barang yang kami bawa sangat banyak, maka diputuskan untuk mengunakan taxi menuju Cityview hotel (http://www.thecityview.com.hk/en/index.html).

Pangkalan taxi berada di lantai bawah Shun Tak Centre. Tidak seperti taxi di Jakarta, dimana prioritas utama adalah taxi B*******, maka di Hongkong kami tidak terlalu khawatir akan ditipu para supir taxi. Setidaknya informasi ini telah kami dapatkan melalui situs ini dan ini.

Selama di Hong Kong, transportasi yang kami gunakan adalan MTR. Cukup membeli Octopus Card, maka kita tidak perlu dipusingkan dengan acara mencet-mencet tombol ticket machine. Informasi mengenai Octopus Card dapat dilihat disini.

Octopus tiket

Tapi kalo tidak mau membeli Octopus juga engak apa-apa sih. Bisa beli single ticket.

Rute hari ini adalah acara beli pakaian. Karena memang dari Jakarta, kami hanya membawa pakaian untuk 5 atau 6 hari. Selebihnya kami membeli di Hongkong. Itung-itung untuk meminimalkan overbagage charges.

Target adalah Tung Chung mall atau Citygateoutlets. Perjalanan dari stasiun MTR Yaumatei ke stasiun MTR Tung Chung tidak terasa, padahal jaraknya jauh banget. Disini hampir semua outlet-outlet pakaian tersedia. Informasi lebih lanjut silahkan ikuti (http://www.citygateoutlets.com.hk/home/Pages/home.aspx?lang=EN).

Late lunch terpaksa dituntaskan di food court Tung Chung mall. Semurah-murahnya makan di food court, tetep aja pake harga mall.

Kembali ke Cityview malam hari untuk selanjutnya acara dinner di seberang hotel, daerah Temple Street. Dilanjutkan dengan explore dan belanja di Temple Street. Alasan kuat untuk menginap di daerah ini adalah karena dekat dengan night market. (http://en.wikipedia.org/wiki/Temple_Street,_Hong_Kong)

Temple Street HK

Tips:
Hati-hati berbelanja disini. Ingat, anda bertransaksi di kakilima, mereka akan membuka harga setinggi langit, so please bargain! Jangan tertipu. Jika sehabis menawar dan tidak ada kesepakatan, tinggalkan saja cari penjual yang lain.

Bersambung ke part 3

28 thoughts on “Perjalanan Wisata ke Singapore – Macau – Hongkong – Shenzhen Part 2

  1. Tasya

    Hi…

    Mohon infonya donk…. Kalau dari bandar a hkg ke Macau bisa beli ticket turbojet g ya tanpa mengeluarkan bagasi ?

    Thxu

  2. silvana

    info nya berguna buanget, kalau macau – hongkong – macau – sin cuma 3 hari n bawa bocah 2, bagi advice tripnya donk

  3. silvana

    info nya berguna buanget, kalau macau – hongkong – sin cuma 3 hari n bawa bocah 2, bagi advice tripnya donk

  4. marini

    @ agung : tempat makan karyawan ada disebrang hotel firstworld tepatnya diapartment kayang atau dr firstworld turun ke tempat pencucian baju (laundry) disampingnya ada tempat makan yg ga terlalu mahal tp enak terutama roti chanai & kari nya

  5. sarmel

    Halo Pak Rommy, saya sangat terbantu dengan sharing pengalaman dari berbagai trip di website ini. Kalo saya mau sumbang cerita gimana caranya ya? Trims

  6. agungpp

    Tidak seperti pengalaman kami di Genting Highlands yang bisa menemukan kantin tempat makan dan tempat belanja para karyawan-karyawan Genting Highlands. <= emang dimana ya tempatnya kalo boleh tahu :)) ?

  7. ria

    tanya donk…ada rujukan kalau mau macau map yang bilingual mandarin n english cari di website apa ya??
    tx

  8. mike

    wahh., sip&Mantapp bgt infonya.., oya bro ,gua ada planning ber 4(adult)mau ke HK dan sekitarnya, pertanyaan saya, utk ber 4 dalam 1kamar di HK apakah ada Referensi untuk nginap dmana..?? 😉
    thx infonya ya..
    salam JJH 🙂

  9. ika

    naik taxi besar di singapore bisa isi sampe 11-12 orang.. sekali pengantaran cm SGd 40 (lebaran 2010 kmrn) kcuali ke/dr airport sgd55. tp kl mesen ya hrs ontime di jam janjinya.. kl ga, supirnya sk pasang muka bete.. ktnya si, bagi supir2 itu time is money bgt

  10. HC

    Vendi,
    Saya hanya berani mengakali penginapan di COD & Venetian, karena di hotel2 tersebut terdapat pintu akses ke kamar2 hotel tanpa melewati lobby/hotel front office. Untuk penginapan di HK, saya tidak berani ambil resiko. Tetapi hotel tempat saya menginap di HK (Cityview) yakin bisa diakali. Karena hotel itu memiliki tiga akses pintu masuk. 1 pintu langsung ke front office, dan 2 pintu tanpa melawati front office dan langsung menuju lift. Sehingga setelah selesai cek in, dapat saja menjemput teman yang lain masuk melalui kedua pintu tersebut. Hanya sayangnya, kamar ini cukup kecil untuk ditempati oleh 4 adults.

    Vania,
    Pemegang passpor Indonesia tidak memerlukan Visa. Kecuali jika anda menyeberang ke PRC, baru diperlukan Visa PRC.

    HC

  11. vendi

    Haloo.. Salam kenal.. Saya mau berangkat ke HK ber 4.. Kira2 mungkin tidak memakai trik pesan 1 kamar tapi kenyataan nya utk ber 4? Trims yah

  12. Pingback: Ini kisah lanjutan perjalanan pembaca JJH ke Singapura – Macau – Hongkong – Shenzhen | Jalan Jajan Hemat

  13. rommya Post author

    @Ogie : Yup, perginya rombongan, tapi saya tdk ikutan lho. Ini catatan perjalanan salah seorang pembaca JJH. Kalau mau ikutan sumbang cerita, silahkan lho.
    Untuk yang Phuket, segera disambung. Masih menunggu waktu luang 🙂
    Salam JJH

  14. Ogie

    Wah ternyata perginya rombongan toh… mantabs nih bisa jadi acuan kalo mo ksana 🙂 Thanks infonya 🙂 ditunggu loh lanjutannya..

    btw dilanjutin dong mas rommy cerita yang phuket thailand 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.