SPBU Muri 67 toilet

SPBU Muri 67 toilet

Di kota Tegal – Jawa Tengah, sekitar KM 3,5 terdapat SPBU yang lain dari SPBU pada umumnya. Yang pasti di depan SPBU tersebut terpampang informasi SPBU MURI (Museum Rekor Indonesia). Ya, SPBU ini tercatat dalam MURI sebagai SPBU yang memiliki  toilet terbanyak yaitu 67 buah. Terdiri dari 15 kamar mandi untuk wanita, 12 kamar mandi pria, dan 40 urinoir pria. Wah, dijamin Anda tidak akan antri untuk ke kamar mandi. Seperti umumnya toilet di luar kota Jakarta, disinipun dikenakan biaya untuk ke toilet sebesar Rp 1.000 / orang, kenapa ya mesti ditarik biaya lagi, seharusnya kan itu merupakan fasilitas dari SPBU hhmm biasanya sih dalihnya untuk menjaga kebersihan fasilitas tersebut. It’s OK lah…

Urinoir Pria

Urinoir Pria

Keadaan toiletnya bersih, dan juga terdapat tempat duduk yang memadai untuk melepaskan lelah sepanjang perjalanan. Terlihat banyak keluarga yang melakukan istirahat sambil mengeluarkan bekal makanan disini. Juga ada resto kecil, mini market, bahkan terdapat tempat bermain anak-anak GRATIS berupa basket mini dan juga mini soccer dengan menggunakan bola pingpong.

Permainan anak2

Permainan anak2

Untuk basket, kita perlu mendeposit Rp 50.000 untuk meminjam bola di kasir (yang akan dikembalikan setelah kita mengembalikan bola), sedangkan untuk mini soccer tidak perlu deposit, cukup meminjam bola ke kasir. Basket mini ini idenya seperti permainan di TimeZone hanya saja tidak ada peralatan elektronik yang mencatat nilai dan juga tidak ada tiket yang keluar (ya iya lah…). Ada 3 line basket mini dan 1 buah mini soccer, cukup menyenangkan bagi anak-anak untuk mengusir kepenatan sepanjang perjalanan.

Resto & Mini Market

Resto & Mini Market


SPBU ini juga menyewakan matras untuk para pengendara yang ingin tidur untuk melepaskan lelah/kantuk. Namun tempatnya seperti di aula besar jadi tidak ada kamar2nya. Oh ya disini juga tersedia reflexi, ruang mengganti popok bayi & untuk menyusui pokoknya lengkap deh. SPBU ini juga memberikan hadiah sebesar Rp 50.000 jika operator tidak menunjukkan angka 0 saat mengisi BBM, tidak mengucapkan terima kasih, kurang dalam mengembalikan uang lebih dari Rp 100. Mantab kan ? Di beberapa lokasi (bukan di toilet tentunya), juga terdapat kamera CCTV yang memantau situasi di SPBU. Dan juga terdapat ATM BCA, mempermudah Anda yang perlu menarik uang tunai.

Mini basket

Mini basket


Tempat istirahat

Tempat istirahat

Andaikan semua SPBU memiliki standard seperti ini, apalagi tanpa dipungut bayaran, alangkah nyamannya perjalanan kita.

Salam Jalan Jajan Hemat

by

11 Comments on SPBU Muri dengan 67 toilet (Tegal)

  1. nyit says:

    wah, ternyata di tegal malahan lebih lengkap ya untuk fasilitas bensinnya, ga nyangka. tapi bagus deh, di dukung, semoga ditempat2 lain bisa terinsipirasi sama hal ini.

  2. rommya says:

    @nyit: iya tuh, fasilitas SPBUnya lengkap. Btw gimana nih jalan2 ke jogja nya, belum diposting ? Saya jg blm sempat nih.. :)

  3. nyit says:

    iya, belum sempat banget hehe, soalnya abis cuti 3 hari doang langsung kerjaan menggunung jadi terus pulang malem mulu deh hehe.. kalau sudah posting dikabar2 in deh :)

  4. sulis says:

    ikutan komentar,

    saya juga termasuk pelanggan/pengguna jasa spbu muri tegal sejak lima tahun terakhir. awalnya saya sangat terkesan dengan fasilitas dan pelayanannya. tapi pada tanggal 6 juli 2009 sekitar jam 20.40, saya mendapat pengalaman pelayanan cashier mini market pada saat saya akan pesan jasa “refleksi”. pada saat saya memesan dan akan membayar jasa tsb, cashier mengatakan “tunggu bu 40 menit lagi, masih ada pasien
    (karena tukang refleksinya cuma 1 orang), dan saya ambil posisi menunggu. seperti biasa, setiap saya perjalanan ke jawa tengah dari tangerang, saya selalu mampir di sini utk refleksi (untuk mengurangi kepenatan), karena saya bawa mobil sendiri. malam itu saya terkejut dan dibuat kecewa oleh perlakuan “cashier dan tukang refleksi”, dimana saat saya menunggu giliran untuk refleksi, tiba-tiba tukang refleksinya menerima pasien “langsung di ruang refleksi”, tanpa melalui cashier (padahal prosedurnya setiap pasien, bayarnya di cashier, terus diberikan kelengkapan refleksi, cream, handuk, dll, baru masuk ruang refleksi). sehingga terjadi “perang mulut” antara saya, cashier dan tukang refleksi. setelah perang mulut selesai, saya keluar mini market dan telpon ke pengaduan konsumen spbu tsb, dan di terima oleh bapak Agus.

    Nah, disini, kelemahannya adalah ada pada “tukang refleksi”. Mestinya dia tidak menerima pasien di ruang refleksi (harus lewat cashier pemesanannya), sehingga tidak terjadi “bentrok” pemesan jasa.

    Saya berharap, pihak manajemen bisa memperbaiki kinerja staff-nya dan menindak tegas staff yang telah merugikan konsumen/pelanggan.

    saran saya, dibuat/diberikan nomor urut bagi pengguna jasa refleksi yang menunggu giliran, untuk menghindari “srobot urutan”.

    teri makasih

    Sulis

  5. puji says:

    aku mau nanya mengenai masalah manajemn operasional di dalm spbu 67 mengenai tat letak dan perencanaan kapasitasnya juga perencanaan agregatnya tolongnya jelaskan balas ke email saya

  6. widi says:

    Keren juga ya teryata….saya baru tau nih…. kalo di tegal ada SPBU kaya gini….Ntar Mau mampir ah kalo mudik ke jawa tengah…..

  7. dian says:

    wahhhh tapi satang manajemen spbu muri JELEKKKKKKKKKKKKKKKKK

  8. nanto buahkarya@yahoo.com says:

    saya harnanto pengemudi truk coltdiesel ,saya termasuk pelanggan spbu muri,dan pada tanggal 25 mei 2011,pukul 22.00 wib saat saya parkir pintu keluar spbu saya kehilangan dompet berisikan tersbut dibawah 1.dompet berisi uan tunai RP.1.200.000
    2.STNK Truk coltdiesel a\n KHENG DRO SUKAMTO
    3.SIM B1 dan KTP A\N SUHARDI dengan alamat Brumbung sukoharjo
    4.SIM B1 A\N HARNANTO dengan alamat Brumbung sukohajo
    Saat saya tiggal ke toilet saya sudah mendapati kendaraan saya dengan keadaan tidak terkunci..Dan saya mohon Bantuannya keada pihak yang berkait apabila menemukan surat2,saya tersebut mohon menghubungi saya via 085229695333..demikian pemberitauah dari kami saya ucapkan banyak terima kasih

  9. andrew says:

    bukan managemant yang jelek tapi kita-kitanya aja yang seharusnya bisa menegrti bahwa itu tempat umum dengan vasilitas yang luar biasa…. saya tetap dukung spbu muri menjadi yang terbaik…….

  10. ANITA says:

    SAYA PERTAMA KALI KE sana pada 25 Sept 2011 kmrn….pertama saya berfikir pasti ada sesuatu yang beda,,,ya emang beda,,,,tp agak gak nyaman buaku…
    saat itu aq mengantar adikku ke toilet pria…..eh mata gak bisa disalahkan,,,,tanpa q sengaja aq melihat orng hbs kencing di tmpt kencing pria yg ada di luar,,,,,pdhl posisiku msh jauh dr lokasi toilet pria,aq sekedar mengkritik…mungkin bisa juga tmpt kencing pria agak lbh ke dalam…agar tidak terlihat dari arah TOILET WANITA.

  11. ANITA says:

    SETELAH SAYA MENULIS DI KOTAK SARAN…SAYA MELIHAT KERTAS2 SARAN YANG DIBUAT MARET DAN SEKITAR BULAN2 IU….BEARTI SELAMA INI TIDAK ADA FUNGSINYA KITA MENULIS SARAN KEPADA MEREKA…

Leave a Reply